Coba rekan semua saat ini lihat acara di TV ku. Detik ini tengah di siarkan acara pengobatan alternatif yang menghadirkan sejumlah paranormal. Sejurus kemudian kita akn mendengarkan dengan jelas, ada saudara-saudari kita yang menelepon dan meminta pertolongan, meminta kesembuhan atas penyakit yang diderita. Barusan ada yang mengaku bahwa beliau adalah pasien dari salah satu paranormal yang ada. Beliau (si pasien) bercerita melalui line telepon bahwa beberapa waktu yang lalu penyakit yang dideritanya telah dipindahkan ke kambing. Saat ini sang pasien menyatakan bahwa badannya sudah terasa lebih enak.

Waduh… Kasien betul si kambing ya… tak tahu apa-apa ditransferi penyakit? Dan yang lucu lagi, ada istilah pengobatan jarak jauh, istilahnya transfer energi dan nama-nama lainnya…cek, cek, cek… apa ga takut kena roaming?

Larangan Berobat Menggunakan Hal yang Di Haramkan

Cuplikan kisah diatas hanyalah satu kasus dan tantangan da’wah yang harus kita hadapi dalam da’wah thibbun nabawi (Ilmu Sunah Kedokteran Nabi). Pada stasiun TV lain, TV lokal juga, ada acara semacam itu. Menurut saya bahkan lebih parah.

Karena si paranormalnya dinamakan dengan sebutan ustadz. na’udzubillah mindzalik. Notabene masyarakat kita kalau mendengar kata ustadz asosiasinya adalah ke arah muslim, sesuai agama islam, dan pemahaman-pemahaman serupa. Intinya masyarakat jarang mengkaji keorisinalan status ke ustadz-anya. Lebih-lebih, saya sangat terpukul lagi ketika saya pulang ke rumah, saya bertemu dengan nenek saya. Nenek saya bertanya, ”An, kamu tahu ustadz yang sering muncul di TV itu. Ituloh yang sering melakukan pengobatan. Saya ingin ikut…” (kurang lebih demikian).

Deg, Astaghfirullah…aku betul-betul terhenyak, terus aku berdoa… semoga Allah melindungi nenek saya dari berperilaku syirik. Yakni berobat kepada para dukun dan paranormal tersebut. Rasul telah mengajarkan,”Allahuma ini a’udzubika anusyrika bi syaian na’lamu, wanusyrika la na’lamu.” (kurang lebih artinya: Ya Allah aku berlindung  kepadamu dari melakukan kesyirikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui). Amin.

So, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit hasil bacaan kepada seluruh saudaraku tentang masalah perdukunan. Afwan jiddan memang tidak selengkap yang diharapkan.

Semoga yang sekedar pemantik ini busa memacu rekan semua untuk
memperdalamnya. Atau ya… bisa kita lanjutkan melalui sesi-sesi diskusi.

Sungguh tidak main-main dan kita harus bisa memahami perkara tauhid ini. Kita kuatkan pemahaman aqidah kita. Sehingga kita tidak tertipu. Apa lagi sekarang mulai banyak tumbuh perdukunan dalam bentuk yang ”profesional” karena telah dibalut rapi dengan seragam profesi tertentu/ semisal yang masyarakat kenal dengan istilah ”terkun”, yakni  dokter plus dukun, ato sebaliknya.

Ingatlah Allah  berfirman,” Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”(QS. An Nisaa’: 116).

Pada ayat lain Allah  berfirman,” Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguhia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa’:48).

Segeralah kita bersimpu keharibaanya untuk bertaubat dari syirik dan memohon perlindungan dari berlaku syirik kepadanya.

Dalam As Sunah kita pun akan temukan keterangan mengenai perdukunan, beberapa diantaranya adalah larangan kita untuk mendatangi dukun atau orang-orang yang mengaku bisa mengtetahui ilmu ghaib atau bisa menggunakannya untuk suatu keperluan. Rasulullah  bersabda,”Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang suatu perkara lalu mempercayainya maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari” (HR.Muslim, no. 2230).

Kemudian dalam hadist lain Rasul bersabda,”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang mereka katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad [Al Qur’an dan Sunnah]”  (HR. Hakim dan HR. Baihaqi).

Rekan semua yang semoga selalu dirahmati oleh Allah , dua paragraf di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa shalat seseorang tidak diterima bila ia sekedar mendatangi dan bertanya pada tukang ramal. Sedangkan ancaman kekafiran bila ia mendatangi dan mempercayainya.

Saudara mungkin jadi bertanya, terus apa hubungannya dengan da’wah bekam dab thibbun nabawi pada umumnya?

Kita pun harus tahu, paham, dan jadikannlah landasan gerak bahwa
da’wah thibbun nabawi yang kita lakukan –kita upayakan maksimalkan, seraya memohon petunjuk dan pertolongan Allah- adalah da’wah yang bervisi tauhidullah.

Kita kabarkan kepada umat mutiara dari nabi ini. Visi kita memasarkan pengobatan halalan thoyiban ke tengah umat. Allahu akbar. Sangat tidak layak bagi kita –Muslim Herbalis- untuk berleha-leha ditengah ancaman kesyirikan terhadap umat, lebih khusus dalam bidang pengobatan. Ayo Semangat! Bakar terus Ghiroh mu!!!

Akhir kata, saya cukupkan obrolan ini untuk kita kembali mengambil pelajaran dari Al Qur’an, Allah   berfirman,”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab:36).

Semoga bermanfaat. KEEP SPIRIT.

BEKAM anti Syirik – Larangan Berobat Menggunakan Hal yang Di Haramkan. ditulis  25 Juli 2007, Ngesrep: 20.51