Den @njrah

Alhamdulillah, segala syukur kepada Allah Subhanahu
wata’ala
atas limpahan segala niat dan karunia-Nya sehingga kita
masih dalam naungan nikmat iman dan islam. Dua nikmat terbaik yang
sangat kita damba agar Allah Yang Mahamemelihara menjadikan keduanya
tetap bersemayam dalam diri kita hingga kelak berjumpa dengan
wajah-Nya yang agung. Shalawat dan salam atas nabi kita, nabi
Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam. Amma ba’du.


        Bekam
merupakan salah satu ilmu sunnah yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia yang diajarkan langsung oleh rasulullah
Shalallahu’alaihi wasalam. Pada salah satu hadist rasulullah
bersabda, “Jibril mengabarkan kepadaku bahwa bekam merupakan
metode pengobatan paling bermanfaat yang digunakan oleh manusia”
(Shohihul Jami no. 218) dan pada hadist yang lain,
Pengobatan paling utama yang kalian gunakan adalah bekam”
(Bukhori-Muslim). Sudah dapat dipastikan, bagi seorang
muslim yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya yakin dan percaya akan
petunjuk tersebut.

        Berkat
pertolongan Allah Subhanahu wata’ala pada masa sekarang ini
banyak yang telah belajar dan bi idznillah (dengan ijin Allah) memperoleh manfaat kesembuhan dari salah satu ilmu kedokteran
nabi (Ath Thibbun Nabawi) ini. Berbagai penyakit mulai dari
penyakit ‘ringan’ seperti sakit kepala, migrain, demam, masuk
angin, encok sampai penyakit ‘berat’ seperti kanker, tumor,
stroke, kemandulan, diabetes mellitus, lumpuh bi idzillah bisa
disembuhkan dengan bekam. Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah atas nikmat ilmu pengobatan ini.Oleh karena itu, pada
kesempatan kali ini saya berharap bisa sedikit urun rembug
mengenai ilmu pengobatan bekam ini, semoga dapat memberikan
kemanfaatan dalam pengembangannya di masa depan.

 

        Tulisan
didasarkan atas cita-cita agar pengobatan bekam ini lebih dapat
memberikan kemanfaatan bagi umat islam pada khususnya dan secara umum
bagi seluruh umat manusia di dunia. Jadi, bukanlah bekam ini hanya
sekedar menjadi tren mode pengobatan pada masa tertentu, kemudian ia
hilang ditelan jaman. Sehubungan dengan masalah ini, posisi
Akupungtur di dunia medis sekarang bisa dijadikan sebuah motivasi.

 

Dewasa ini akupungtur yang notabene ilmu pengobatan tradisional dari
negeri tiongkok yang dulunya dianggap oleh ilmu kedokteran barat
tidak ilmiah, tidak rasional, dan jika memberikan efek kesembuhan,
maka kesembuhan tersebut hanya kebetulan saja. Saat ini telah
diterima oleh kedokteran barat, yakni dengan munculnya akupungtur
medis yang didukung oleh penelitian ilmiah kedokteran ‘modern’
menggunakan isotop nuklir pada titik-titik akupungtur. Sehingga tidak
asing kita temukan pada sejumlah fakultas kedokteran dibarat, metode
pengobatan ini mereka ajarkan dikelas-kelas. Bukanlah suatu hal yang
tidak mungkin, kelak ilmu pengobatan bekam dan ilmu pengobatan sunnah
nabi akan menduduki posisi yang demikian bahkan lebih dari
itu. Artinya, at thibbun nabawi dijadikan rujukan utama dalam
dunia pengobatan di masa depan.Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk
memperdalam pemahaman tentang bekam. Akan sangat baik jika kita
melanjutkan peneletian-penelitian ilmiah tentang bekam secara lebih
mendalam.

Selanjutnya, para ahli bekam juga harus berjiwa terbuka ketika
menerima masukan konstruktif dari ilmu pengobatan yang lain. Saya
teringat akan salah satu hadist nabi yang menyatakan bahwa hikmah
adalah milik kaum muslimin, maka rasulullah memerintahkan kita untuk
mengambil hikmah-hikmah tersebut. Secara sederhana misalkan dari ilmu
pengobatan akupungtur, kita akan mengenal teori yin yang.
Melalui teori yin yang, kita akan memahami alasan mengapa
tidak semua kasus penyakit kita gunakan bekam basah. Ada beberapa
kasus yang jika kita gunakan bekam basah justru akan semakin
memperburuk kondisi pasien. Sehingga kita paham, bahwa ada pasien
yang lebih baik bekam basah semua, atau bekam kering semua, atau
kombinasi bekam basah dan bekam kering. Ada pula pasien yang
memerlukan kombinasi antara bekam basah dan bekam kering. Tentunya
pemilihan jenis bekam yang akan kita gunakan harus berdasarkan
diagnosis, sehingga pilihan bekam yang akan digunakan tepat dan bi
idznillah
kesembuhan pun terjadi.

Akhirnya, saya kembali mengajak untuk terus mengembangkan keilmuan
dan skill pengobatan kita untuk kemaslahatn da’wah, diri kita, dan
umat pada umumnya. kita kembangkan sikap penuh kearifan untuk
mengambil berbagai hikmah dari ilmu Allah yang bertebaran di muka
bumi ini. Fa idza ‘azamta fatawakal ‘alallahi. Wallahu a’lam.