By. Kang Anjrah

Ustdz Armen Halim Naro Lc. mengutip petuah Umamah binti Harist. Sebuah petuah yang sangat berharga dari seorang ibu bagi putri yang dicintainya. sebuah agung petuah yang dapat digunakan oleh putrinya sebagai sebaik-baik bekal dalam bahtera rumah tangga yang sebentar lagi akan ditempuh olehnya. nasehat tersebut yaitu:

“Wahai putriku, tidak berapa lama lagi engkau akan meninggalkan rumah yang engkau keluar darinya, dang sangkarmu yang selama engkau besar dalamnya. menuju seseorang yang tidak engkau kenal dan teman yang belum akrab dengannya. maka jadilah engkau dayangnya niscaya ia jadi budakmu, jagalah sepuluh perkara, niscaya akan menjadi bekal bagimu.

pertama dan kedua: qonaah dan patuh

ketiga dan keempat: menjaga tempat-tempat pandangan dan penciumannya. jangan sampai matanya jatuh pada yang kotor dan usahakan penciumannya membau aroma yang harum.

kelima dan keenam: memperhatikan waktu tidur dan makannya. karena lapar membakar dan kurang tidur membuat nanar.

ketujuh dan kedelapan: menjaga hartanya dan menjaga keluarga dan barang berharganya. inti dalam menjaga harta adalah ahli dalam mengatur dan menjaga keluar pandai mendidik.

kesembilan dan kesepuluh: jangan coba melanggar perintahnya dan membongkar rahasianya. karena jika engkau langgar perintahnya berarti engkau telah keruhkan hatinya dan jika engkau bongkar rahasianya engkau tidak akan lepas dari tipuanya. lalu jangan sekali-kali bergembira ketika ia berduka atau berduka ketika ia bergembira”.

Semoga bermanfaat untuk segenap rumah tangga muslim….

Ma’roji: Naro, Armen Halim. 2007. BUHUL CINTA; upaya melestarikan cinta pasutri sampai ke surga. Pustaka Darul Ilmy.