(Refleksi QS. Al Ashr 1-3 dan QS. Al Maa’idah: 2)

Alhamdulillah, segala al Hamd kita tujukan kepada Allah Rabb semesta alam. Dialah Allah yang menguasai hati kita. Allah jua yang memberikan kita hidayah dan petunjuk sehingga detik ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya. Padahal dalam detik yang sama banyak manusia tidak melakukan kekufuran kepadaNya dan tidak sedikit pula yang dipalingkan hatinya menuju ke kesesatan. Oleh karena itu hendaklah kita bersyukur Ar Rahman yang masih menjaga cahaya iman dan islam dalam diri kita. Shalawat dan salam kepada Rasulullah , rasul mulia yang sangat mengasihi kita (insya Allah kita termasuk bagian dari umatnya), kepadanya kita sepatutnya malu. Beliau (rasulullah) sangat memperhatikan kita akan tetapi kebanyakkan dari kita justru sering menyakiti hatinya, kita sering sekali lalai atau melalaikan diri dari melakukan apa-apa yang diperintahkan sebaliknya kita merasa sombong melakukan kemaksiatan yang dilarang olehnya. Semoga kelak kita termasuk orang yang terpilih untuk mendapatkan syafaatnya. Amma ba’du.

Ikhwani wa akhowat fillah rahimakumullah…

Allah berfirman,”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Surat di atas merupakan surat pendek yang sering kali kita baca, kita dengar, dan sebagian kita Allah mudahkan daripadanya untuk menghafal. Surat Al ‘Ashr termasuk surat makkiyah, diturunkan sebelum hijrah. Surat Al ‘Ashr jika kita cermati terdiri atas 3 ayat, 14 kalimat, dan 68 huruf. Para ulama memberikan perhatian yang besar terhadap surat Al ‘Ashr sebab dalam keringkasannya terkandung banyak sekali manfaat bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Imam Asy Syafi’I rahimahullah pernah berkata,”Andaikata manusia benar-benar memperhatikan isi surta ini niscaya akan cukup untuk mengubah keadaan mereka, pendirian, dan amal kelakuan mereka”. Sampai Ubaidillah bin Hishin berkata bahwa biasa terjadi di masa lalu jika dua orang sahabat bertemu lalu salah satunya membaca surat Wal ‘Ashri kemudian berpisahlah keduanya dengan salam.

Sebelum kita berbicara lebih jauh, mari kita cermati tafsir surat ini. Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa di dalam surat ini Allah menyuruh menganjurkan supaya kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh sejarah manusia sepanjang masa, di mana juga mereka berada, supaya mendapatkan suatu bukti kenyataan bahwa semua perjuangan usaha mereka sia-sia belaka bahkan merugi dan kecewa, kecuali manusia yang beriman, mengikuti tuntunan ajaran para nabi, rasul yang diutus Allah untuk memimpin manusia ke jalan yang yang dicita-citakan oleh manusia itu sendiri, yaitu hidup aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat. Dan iman tidak akan berbukti kecuali dengan amal shalih, sedang keduanya tidak akan merata kepada semua lapisan masyarakat kecuali dengan dakwah yaitu ingat-mengingatkan untuk kembali berpegang, berlandaskan yang haq, kemudian selalu berpesan supaya sabar, tabah hati tidak mudah terpengaruh oleh bisikan, rayuan dari siapapun dan apapun. Seakan-akan surat ini memberikan kepada umat islam kunci bahagia dan sejahtera hidup sepanjang masa dan di mana saja.

Tafsiran di atas memberikan inspirasi yang sangat banyak kepada kita. Allah Yang Mahatahu tentang diri kita, apa sebenarnya tujuan-tujuan hakiki yang ingin kita capai, kita raih telah memberikan petunjuk untuk mendapatkannya. Dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya di atas bahwa tujuan hakiki tersebut adalah aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat. Akan tetapi tidak berhenti sampai penjabaran tujuan hakiki dari setiap manusia, ayat tersebut pun memberikan petunjuk bagaimana cara mencapainya. Tentunya dengan sebaik-baik cara yang menghantarkan seseorang yang menempuhnya sampai pada tujuan hakiki tersebut. Dengan kata lain, jika seseorang menempuh cara-cara selain yang dituntunkan pada surat Al ‘Ashr, maka yang ditemuinya adalah kebingungan dan kesesatan. So, jika ingin sampai pada keadaan aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat ya gunakan Al ‘Ashr way’s.

AKSI SKRIPSI

Sehubungan dengan bahasan di atas, insya Allah proses dan jalur-jalur Al ‘Ashr way’slah yang kita tempuh dan kita menjadikannya ‘talang air’ atas segala amal-amal yang dilakukan saat merumuskan, mempersiapkan, memasarkan, melaksanakan secara profesional di hari H, dan pada saat melakukan evaluasi tentangnya. Ketika kita jadikan sebagai talang air maka logikanya adalah air (kita) mengalir mengikuti ‘talang’ tersebut.

Dalam AKSI SKRIPSI ini kita berkeras tenaga merealisasikan bukti keimanan kita kepada Allah dan rasulNya yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah. Seperti Allah memerintahkan kita untuk berdakwah, Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imron:110). Kita aktualisasikan dengan berbagai amal shalih sesuai dengan apa yang sudah diamanahkan kepada kita.

Seorang PJ Utama AKSI beramal shalih dengan mengkoordinasi saudara-saudaranya diberbagai bidang amanah yang diberikan agar bisa sampai pada tujuan acara. Seorang seksi acara beramal shalih dengan mengcreate acara agar menarik, kondusif, nyaman dengan seoptimal mungkin agar output kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Bendahara sebagai salah satu elemen kunci yang menjadi sebab berdenyutnya AKSI harus amanah dengan manajemen dana. Mulai dari koordinasi dengan sekretaris mengurus proposal kegiatan sampai manajemen keuangan (dana proposal, dana kontribusi peserta, dana lain) saat pelaksanaan acara agar dana minimal tetap dalam kondisi balance. Seksi transportasi amanah terhadap ketepatan waktu pemberangkatan dan kepulangan secara safe serta secure, memastikan kelaikkan jalan bagi kendaraan yang membawa peserta menuju tujuan acara, lalu memastikan adanya sarana transportasi sesuai kebutuhan acara sampai masalah pembiayaan. Seksi Konsumsi beramal shalih dengan mengusahakan konsumsi yang tepat waktu, terjaga kehalalan dan tingkat “thoyibbisitasnya” sehingga dimakan menyehatkan, mengenyangkan, memberikan tenaga dan semangat kuat –energi keshalihan- bagi peserta atau panitia memaksimalkan potensi amalnya dalam kegiatan AKSI. Seksi Publikasi sebagai corong AKSI beramal shalih dengan memperluas seluas-luasnya kesempatan para mahasiswa memperoleh manfaat kebaikan dari esensi dakwah yang ada di dalam AKSI. Semangatnya membara untuk membagi informasi melalui berbagai media yang Allah mudahkan baginya yakni ajakan persuasif yang ia torehkan melalui pamflet, selebaran kecil, poster di mading, pengkoordinasian dengan pementor, perekrutan significant others pada mahasiswa yang dijadikan target pasar untuk menyukseskan acara ini. Kemudian Seksi Perlengkapan beramal shalih dengan sikapnya yang amanah terhadap manajerial segala sarana yang mendukung kesuksesan acara. Sejak awal ia bertugas membuat daftar kebutuhan dari tiap seksi, ia pisah-pisahkan mana sarana yang musti disiapkan oleh seksi yang terkait atau secara khusus oleh seksi perlengkapan. Ia bertanggungajawab pula atas sarana-sarana yang dibawa ke lokasi sampai sarana itu kembali pada posisi awalnya (jika barang pinjaman;pastikan sudah dikembalikan).

Kesemua bidang dalam kepanitian bekerja secara integrated, saling mengisi, saling mengingatkan, dan mengutamakan komunikasi selama melaksanakan tugas. PJ Utama Kegiatan AKSI yang fungsinya sebagai koordinator hendaknya memfasilitasi komunikasi yang efektif melalui syuro-syuro, ataupun melalui sarana komunikasi yang formal/informal lainnya. Disinilah kita mencoba belajar melakukan amal jama’I dan ta’awun dalam taat dan taqwa kepada Allah . Allah berfirman,”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. Al Maa’idah:2).

At last, ingat-ingatlah selalu keutamaan orang yang berdakwah dijalan Allah selama berproses melangsungkan PERHELATAN AKBAR DAKWAH PSIKOLOGI bernama AKSI ini. Rajin-rajinlah untuk selalu meluruskan niat ajarilah hati kita ikhlash semata-mata mengharap Wajah Allah dalam AKSI ini. Karena hanya dengan begitu kita insya Allah akan mendapatkan pertolongan Allah. Karena sadarilah, terutama dalam agenda-agenda dakwah kita, seberapapun efektif, profesional, solidnya suatu kepanitiaan tidak akan mampu menyukseskannya. Hanya atas pertolongan Allah (nashrullah) semata acara akan sukses. Tugas kita WAJIB MEMAKSIMALKAN IKHTIAR untuk mengusahakan sebab-sebab datangnya pertolongan Allah tersebut. Salah satunya adalah dengan doa. Masing-masing panitia mintalah pertolongan kepada Allah agar kegiatan ini sukses, pesertanya OPTIMAL, dimudahkan dalam segala prosesnya, dan semoga melalui acara ini baik peserta maupun panitia bisa memperoleh manfaat dunia akhrat. Wallahu a’lam. AYO TETAP SEMANGAT dan TULARKAN!

SUKSESKAN AKSI, HARGA MATI!!!!!!

By. MS, dedicated for AKSI