25 April 2009

Tinjomoyo dahulu terkenal sebagai salah satu pilihan tempat wisata yang banyak disukai warga Semarang. Keadaan alamnya yang bagus, udaranyanya sejuk, serta koleksi satwa yang cukup banyak. Saya mempunyai teman yang pada waktu kecilnya sangat sering berkunjung ke kebun binatang Tinjomoyo tersebut. Teman saya ini sangat menyukainya. Namun, sekarang kebun binatang telah dipindahkan ke daerah Mangkang. Ya sudah, Tinjomoyo jadi sepi. Tersisa hanya beberapa kandang yang konstruksi bangunannya suduh mulai rusak serta rumput-rumput liar tumbuh disana-sini.

Kebetulan saya pernah dilibatkan dalam tim outbond yang mengambil setting belajar di Tinjomoyo. Kami memilih lokasi Tinjomoyo sebab di sana yang jelas low price, dekat dengan kampus, pemandangan alamnya bernuansa bagus, dan banyak space-space terbuka untuk melakukan berbagai game outbond. Sedikit bukti bahwa pemandangannya yang bagus sebab Tinjomoyo masih sering digunakan untuk areal pemotretan model-model. Saya pernah menyaksikan sendiri prosesi pemotretan yang sedang dilaksanakan di Tinjomoyo.

Bila cermati lebih teliti, di Tinjomoyo sebenarnya sudah ada juga sarana outbond. Saya lihat ada pos diatas pohon yang sepertinya untuk flying fox dan beberapa permainan yang disiapkan menggunakan tali. Saya kurang tahu siapa yang mengelola permainan-permainan tersebut. Sepertinya masih bisa dipakai, sekalipun kalau saya sendiri masih kurang yakin tentang kualitasnya.

Ehm, yang jelas Tinjomoyo ini aset yang sangat berharga bagi masyarakat semarang. Menurut hemat saya, lokasi yang dekat dengan kampus, mudah dijangkau, berbagai kelebihan dari sisi panorama alamnya membuat Tinjomoyo menjadi pilihan untuk berbagai kegiatan. Terutama bagi mahasiswa bisa melakukan outbond di situ. Apabila instansi yang bertanggung jawab terhadap Tinjomoyo mau sedikit kreatif, yakni dengan memperbaiki sarana yang ada dilokasi seperti gedung-gedung bekas kantor. Gedung bekas kantor tersebut dimodifikasi sebagai gedung pertemuan mini yang bisa digunakan untuk para mahasiswa melakukan reorganisasi dan rapat-rapat keorganisasian di dalamnya. Selain itu dukungan dari factor ke amanan juga penting. Terus lagi listrik yang support buat pasang LCD, apa computer, dan pengeras suara. Ya intinya, Tinjomoyo aset yang terlalu sayang jika cuma ditinggalkan dan menjadi kenangan. Matur nuwun.