Malam ini aku nulis apa ya? Ehm nulis tentang sejak kapan aku gemar menulis. Oke deh. Secara pasti aku gemar menulis memang aku kurang tahu pasti. Namun sepertinya kegemaran saya menulis itu berhubungan dengan kegiatan ku waktu SD dulu sering berkorespondensi via surat dengan tanteku yang bekerja di Pulau Batam.

Aku masih ingat sekali, setiap dua atau tiga minggu sekali aku menulis surat untuk tanteku. Isi suratku sederhana, ya menceritakan pengalamankusehari-hari saat di rumah atau di sekolah. Begitu pula isi surat tanteku, tanteku bercerita tentang pekerjaannya dan kesehariannya di sana.Saat pak pos datang ke SD membawa surat balasan, itulah saat yang sangat membahagiakan bagiku.

Tentunya juga tidak lepas kaitannya dengan pelajaran bahasa Indonesia di SD. Aku suka sekali diminta oleh bu guru untuk mengarang. Mulai dari karangan yang temanya sederhana seperti pegalaman selama liburan sekolah sampai berbagai jenis karangan lain berupa pantun dan puisi. Aku juga ingat sampai-sampai aku dulu pernah menjadi juara III lomba baca puisi tingkat kecamatan, waktu aku masih di SD.

Kemampuanku terus terasah waktu aku menginjak bangku SMP. Aku kenal dengan seorang teman yang pandai membuat puisi. Cewek pastinya. Aku lihat di hamper setiap hari membuat puisi. Aku sempat meminjam buku dan diary-diarynya yang banyak puisi. Ternyata tidak dia seorang yang pandai bikin puisi, ada teman kelas ku yang lain juga pintar membuat puisi. Ehm.. aku tertantang untuk membuat puisi. Ya jadi sih, Cuma tidak sebagus dan seproduktif dua teman cewekku tersebut.

Aku penasaran, apa sebab dua teman cewekku tadi kog bisa produktif membuat puisi. Tidak tanggung-tanggung semua puisi yang dibuat oleh keduanya juga memiliki dasar emosi yang kuat. nah kemudian aku melakukan investigasi, hasil investigasiku ternyata memberikan kesimpulan bahwa ternyata Virus merah jambu (cinta) adalah salah satu factor pendorongnya. Kesimpulanku semakin mantap aku yakini setelah aku sendiri membuktikannya. Ternyata pas aku sedang jatuh cinta dengan seseorang, aku jadi makin pintar dan produktif membuat puisi. Oh…ternyata ini rahasianya, senyumku dalam hati.

Satu hal yang paling berkesan sewaktu SMP dan berhubungan dengan kemampuan menulisku adalah hadirnya Mr Kasim. Mr Kasim adalah guru Bahasa Indonesia yang paling killer sepanjang sejarah emas pendidikan ku. Beliau ada sosok guru luar biasa yang super duper perfecsionis mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Selalu dan selalu menjadikan cuaca kelas horor seketika saat murid-murid menyadari jam pelajaran berikutnya adalah pelajaran bahasa Indonesia. Namun goresan tinta ajarannya tidak terlupakan sampai sekarang. Banyak-banyak kaedah EYD dan struktur bahasa Indonesia yang diajarkan oleh beliau nancap kuat di dalam benak saya. Terima kasih Pak Kasim.

Terus waktu SMA, aktivitas mengarangku terasah dengan melakukan korespondensi interpersonal dengan dua orang cewek. Waduh bongkar dapur ni. Ya bukan maksud untuk itu. Polanya sudah menggabungkan keahlian antara surat-menyurat waktu SD, ketrampilan bikin puisi waktu SMP, dan sekaligus dah ada keterlibatan emosional dalam bentuk cinta remaja SMA. Wah luar biasa pokoknya pas sudah bikin surat. Bisa sekali kirim surat sampai 20 halaman folio bergaris. Itu baru untuk satu cewek, untuk cewek yang satunya kadang sama kadang bisa lebih sedikit. Tergantung cuaca dan kepentingan.

Tetapi ada satu prestasi yang sedikit bisa bermanfaat bagi orang lain. Kebetulan waktu SMA aku perosokkan oleh seorang senior saja untuk menjadi aktivis kerohanian islam. Ya ketrampilanku menulis jadi bisa sedikit bermanfaat sebab aku dilibatkan dalam pembuatan bulletin dakwah di SMA. Lumayan sedikit tulisanku bisa sedikit lebih bermanfaat.

Memasuki dunia kampus ‘daya mengarangku’ semakin teruji. Namanya juga kampus psikologi, tiap hari tugasnya makalah. Apalagi kalau harus membuat dinamika psikologi dari alat tes yang diujicobakan. Wuh… luar binasa pokmen. Bisa dua hari dua malam memplototi monitor computer untuk menyelesaikannya. Teringat saya bagaimana harus menyelesaikan laporan tugas TAT. Tak ada yang meragukan betapa repotnya membuat analisis kartu- kartu TAT yang ada. Itu baru salah satu tugas dari salah satu mata kuliah yang saya ambil, masih ada banyak yang lainnya.

Lalu saat harus lulus. Skripsi menghadang. Piye ni melewatinya? Tapi alhamdulillah dengan pertolongan Allah skripsipun bisa dilewati dengan manis. Puas banget sekarang kalau melihat skripsi saya. Wah gak kerasa ya pernah membuat karya setebal itu. Ya sekalipun belum maksimal si, tapi ya Alhamdulillah pernah berjuang untuk membuatnya dan berhasil.

Nah sekarang saat pasca kampus, aku terus mencoba mengasah kemampuan menulisku dengan menjadi pengisi satu-satunya kolom notes pada akun facebookku. He he. Ya semoga apa-apa yang saya tulis di notes tersebut bisa membarikan manfaat bagi rekan-rekan semuanya. Kurangnya mohon ditambahi sendiri. Lebihnya silahkan jika mau dibagi-bagi. Terima kasih. 14 Des 09 / 22.40 WIB.