( The power of conviction in medicinal treatment)

Saya awali artikel ini dengan latar belakang yang menginspirasi saya menulis artikel ini. Pada suatu hari saya melakukan perjalanan dari Prembun ke Semarang. Baru sampai area purworejo motor saya memberikan tanda-tanda ketidakberesan sehingga saya mengambil keputusan untuk mencari bengkel terdekat.

Alhamdulillah setelah berjalan lambat beberapa saat, bengkel yang dicari-cari pun ketemu. Saya masukan motor ke teras bengkel lalu meminta bapak pemilik bengkel mendiagnosa masalah dan memberikan terapi yang diperlukan kepada motor saya. Sambil proses diagnosa dan terapi dilakukan, saya mengajak bapaknya ngobrol ke sana ke mari.

Salah satu topik yang menarik itu adalah kisah bapaknya mencarikan bagi ibunya. Bapak itu bercerita bahwa sakit ibunya baru saja kambuh. Ketika sakit, sudah menjadi kebiasaan ibunya untuk berobat kepada salah seorang tokoh paranormal di daerahnya.

Hari itu saat bapak pemilik bengkel menjenguk keadaan ibunya, ibunya meminta bapak pemilik bengkel untuk meminta air doa kepada paranormal langganannya tersebut. Sang ibu meyakini bahwa air doa dari paranormal itu manjur dan selama ini telah mampu memberikan kesembuhan pada saat sakitnya kambuh. Bapak pemilik bengkel tanpa berpikir panjang menyanggupi permintaan ibunya.

Qadarullah, bapak pemilik bengkel disibukkan oleh berbagai aktivitas sehingga tidak memiliki waktu untuk pergi ke rumah paranormal langganan ibunya. Setelah didesak-desak oleh ibunya yang sudah lama mengharap air doa, pak pemilik bengkel mengambil praktisnya saja. Bapak pemilik bengkel pergi membeli air minum kemasan di salah satu toko, lalu beliau datang kepada ibunya yang sedang sakit seraya mengatakan bahwa air kemasan itu telah di doakan oleh paranormal langganannya. Singkat cerita, ibunya tanpa banyak bertanya-tanya, beliau menerima lalu meminum air doa itu dan sembuh.

Ehm, reaksi pertama selesai mendengar cerita ini aku tertawa. Ternyata bapak pemilik bengkel iseng juga ya menipu ibunya. Air kemasan biasa yang dia beli di toko, dia katakan air yang sudah di doakan. Lucunya lagi, sang ibu setelah meminum air itu, ibunya mengatakan dirinya sembuh. Reaksi ke dua, aku prihatin. Pengobatan bernuansa kesyirikan terus saja belum bisa kita berikan subtitusinya. But, kita bahas point pertama saja.

Analisis kasus
a.    Peran keyakinan ibu terhadap manfaat air doa dari sang paranormal
b.    Bagaimana ‘air biasa’ bisa memberikan efek kesembuhan?

Keyakinan memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan. Tidak terkecuali bidang pengobatan. dikatakan oleh para ahli, bahwa keyakinan ini merupakan kran potensi yang ada pada diri seseorang. Keran itu akan dapat mengalirkan dua macam, yakni potensi-potensi dalam diri yang mendorong upaya penyembuhan atau potensi-potensi yang justru menghambat bahkan menutup upaya penyembuhan pada dirinya.

Misal ada seseorang yang sakit. Dia meyakini sebenar-benarnya sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, “Likulli da in dawa un (setiap penyakit ada obatnya)”. Dia akan optimis penyakitnya bisa disembuhkan dan menjadi penguat baginya untuk terus memaksimalkan ikhtiar mencari sebab-sebab kesembuhan bagi dirinya. Di sisi yang lain, seseorang sakit dan meyakini bahwa penyakit yang dialaminya tidak ada obatnya. Apa yang terjadi? Dia akan putus asa, menyerah, dan segala upaya pengobatan yang diberikan kepadanya pun tidak akan membuahkan hasil. Jelas, beda keyakinan, beda hasil.

Seseorang yang memiliki keyakinan positif dalam dirinya, maka segala inner resourches (sumber-sumber dalam diri) akan terbangkitkan dan mendukung upaya baginya untuk sembuh. Jiwanya akan tegar, sel-sel pertahanan tubuh akan lebih kuat, bahkan seluruh proses bio kimiawi dalam tubuh akan mendukungnya untuk sembuh.  Saya akan ketengahkan kepada Anda kisah perjuangan seorang penderita kanker kelenjar limpa stadium akut (lymphosarcoma) bernama Mr Wright.

Lymphosarcoma stadium akut telah menyebabkan badan Mr Wright membuat penolakan atas semua upaya medis yang diberikan kepadanya. Pada leher, paha, dada, dan perutnya tumbuh tumor sebesar buah jeruk. Saluran napasnya menjadi sering tersumbat dan setiap hari harus dikeluarkan 1-2 liter cairan kental dari dalam dadanya. Mr Wright juga harus diberi oksigen menggunakan sebuah masker khusus pada setiap interval waktu tertentu.

Keadaan yang demikian tidak membuat Mr Wright putus harapan. Mr Wright terus berharap hadirnya obat yang dapat menyembuhkannya. Sampai pad akhirnya, dokter yang merawat Mr Wright menyatakan bahwa ada obat baru yang siap diujicobakan untuk mengatasi kanker yang dideritanya.

Sayangnya, Mr Wright dalam pertimbangan dokter tidak memenuhi kualifikasi untuk mengikuti uji coba obat yang dinamakan Krebiozen itu. Sebab dalam kualifikasi dijelaskan bahwa orang yang boleh mengikuti uji coba obat Krebiozen harus memiliki harapan hidup paling tidak tiga hingga enam bulan. Sementara harapan hidup Mr Wright hanya dua minggu. Namun Mr Wright yakin bahwa obat krebiozen dapat menyembuhkannya. Mr Wright bersikeras memohon kepada dokter untuk menjadi pasien uji coba obat itu, akhirnya dr Philip West memilih melanggar aturan kualifikasi dan memasukan Mr Wright dalam list pasien ujicoba Krebiozen.

Suntikan krebiozen diberikan tiga kali dalam seminggu. Mr Wright menerima suntikan hari pertama pada hari jumat. Pada hari senin adalah jadwal dokter memeriksa. Dokter menduga Mr Wright pasti dalam keadaan terbaring di tempat tidurnya. Dokter yang mau memeriksa terkejut, dokter melihat Mr Wright malah sudah dapat berjalan-jalan disekitar tempat tidurnya dan sedang asyik mengobrol dengan beberapa orang disekelilingnya.Padahal dokter memeriksa pasien-pasien ujicoba yang lain, pasien-pasien tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti. Anehnya pada Mr Wright menunjukkan ada kemajuan yang sangat signifikan.

Pada pengujian berikutnya dokter menemukan kankernya telah mengecil menjadi setengah dari ukuran sebelumnya dalam beberapa hari. Dokter terus memberikan suntikan krebiozen kepada Mr Wright. Hasilnya, dalam sepuluh hari Mr Wright sudah dapat meninggalkan rumah sakit, bernapas secara normal, dan aktif seperti biasanya. Para dokter melihat perubahan yang terjadi pada Mr Wright sebagai kejadian yang sulit dipercaya.

Hanya saja, dalam dua bulan pengujian berikutnya, laporan yang ada menyatakan bahwa semua uji klinis yang dilakukan tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan sehingga akhirnya Krebiozen dinyatakan tidak efektif sebagai obat kanker

Pada waktu Mr Wright mendengar laporan tersebut, ia mula kehilangan keyakinannya. Sesudah dua bulan dalam kondisi kesehatan yang baik, ia kembali dalam kondisi kesehatan yang buruk dan menjadi sangat menderita karena kankernya datang lagi.

Dokter menyadari akan hadirnya efek placebo dari kisah Mr Wright dengan krebiozen. Jadi, untuk kali ini dokter berbohong pada Mr Wright bahwa sekarang telah ditemikan formula baru yang lebih kuat untuk mengatasi kanker yang dideritanya. Segera setelah mendengar berita tersebut Mr Wright menemukan optimismenya lagi dan keyakinannya untuk sembuh pun pulih.

Dokter kemudian menyuntikkan obat yang dikatakan memiliki formula dua kali lipat kuatnya tersebut.  Padahal sebenarnya dokter tidak menyuntikkan apa-apa selain air bersih saja. Ternyata hasilnya lebih dramatis dari obat krebiozen. Tumornya mencair, cairan di dadanya mengering, dan ia sembuh total.

Epilog
Dua kisah ‘kesembuhan’ di atas kiranya dapat menginspirasi kepada kita mengenai sangat pentingnya peran keyakinan demi mendukung proses penyembuhan. Secara sederhana pada dua kisah di atas terjadi efek placebo. Dan efek placebo ini jugalah yang dijadikan batu ujian oleh FDA (Badan pengawas obat amerika) terhadap obat-obatan baru yang diproduksi. FDA melakukan pengujian dengan konsep double-blind placebo test sehingga obat yang keluar bisa secara meyakinkan diketahui efektif secara medis memberikan kesembuhan lebih cepat daripada placebo. Obat yang lulus uji adalah obat yang terbukti efektif secara medis mampu mengalahkan placebo.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus ditumbuhkan dalam diri orang yang sakit adalah keyakinan bahwa “setiap penyakit ada obatnya, apabila obat tepat mengenai penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah subhanahu wata’ala”. Tentunya pilihlah pengobatan yang benar-benar sesuai dengan tuntunan dalam Al Qur’an dan As Sunnah agar pengobatan yang dilakukan bisa bernilai ibadah dan diridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala. Wallahu’alam.

disusun oleh anjrah2006