Awalnya aku sempat juga mengalami kejenuhan untuk terus berbagi ilmu tentang bekam. Terus  terang selain disebabkan oleh factor kesendirian dalam mensharekan ilmu, muncul factor tambahan bahwa ternyata aku sendiri merasa sangat belum puas dengan keilmuan bekam yang ada.

Masih ada segudang pertanyaan dari keilmuan bekam itu sendiri yang mengusikku. Pertanyaan-pertanyaan seperti alasan pemilihan titik, bagaimana penjelasan perjalanan proses pengobatan dalam terapi bekam, dan yang paling mengusik adalah pertanyaan, “Mosok sih, ilmu bekam sesimpel dan sesederhana ini?”.

Sampai akhirnya di tahun 2010 ini, Allah perjumpakan saya dengan <a href=”http://www.facebook.com/?ref=logo#!/dr.achmad.ali.ridho?ref=ts”>Kang Ali</a> (dr. Achmad Ali Ridho) dalam sebuah forum Perkongsian Ilmu Cemerlang <a href=”http://www.facebook.com/?ref=logo#!/profile.php?id=100000707589630&ref=ts”>Tuan Haji Ismail</a> di Hotel Patra Semarang. Awalnya sekedar pertemuan singkat membicarakan prospek bisnis pelatihan bekam yang sedang saya siapkan sampai-sampai sharing konsep pengobatan Bekam.  Dasar sudah memiliki jiwa haus ilmu yang mirip, diskusi konsep bekam terus berlanjut sehingga lahirlah konsep BEKAM SINERGI yang kita kenal MANTAB JAYA sekarang ini.

Ya, konsep BEKAM SINERGI yang lahir dari sari pati pengalaman praktek dan penggalian literature sepertinya memang sederhana. Namun subhanallah dampak aplikasinya membuat terapi bekam lebih powerfull –dengan izin Allah- dibandingkan ketika bekam baru menggunakan dasar ilmu dari medis dan thibbun nabawi saja. Ilmu basic kedokteran cina (TCM) yang dimasukkan dalam konsep BEKAM SINERGI benar-benar memberikan ‘ruh tersendiri’ terutama dalam penegakkan diagnosa sebelum kita melakukan bekam. Keilmuan penegakkan diagnosa di TCM sangat kaya dan sepertinya seumur hidup menggali ilmunyapun belum cukup.

Nah, konsep BEKAM SINERGI ini sekaligus menjadi recharge energy baru bagi saya. Ini yang selama ini saya cari-cari untuk merealisasikan misi saya “Menempatkan therapy Thibbun Nabawi menjadi solusi utama pengobatan bagi umat”. Ini juga alasan saya untuk kembali berenergi belajar memperdalam keilmuan dibidang pengobatan serta mensyia’arkannya ke tengah umat.

Terbayang di benak saya, sarjana-sarjana baik setingkat diploma sampai yang sudah magister atau doctor. Mereka Allah gerakkan untuk bangkit semangatnya belajar ilmu thibbun nabawi dan menjayakan kembali islam sebagai solusi bagi umat utamanya dalam bidang kesehatan. Kekuatan yang demikian itu kemudian disatukan untuk bersama-sama mendirikan sarana Rumah Sakit Islam yang bener-bener sesuai syariah dan memakai terapi-terapi pengobatan Sunnah (sudah paham bersamalah wajah Rumah Sakit yang ‘ngaku’ islam di jaman sekarang ini). Dan jelas, butuh waktu, butuh proses.

So, tidak lupa saya sampaikan terima kasih banyak kepada <a href=”http://www.facebook.com/?ref=logo#!/dr.achmad.ali.ridho?ref=ts”>Kang Ali</a> dan <a href=”http://www.facebook.com/?ref=logo#!/aaisyah1?ref=ts”>abu aisyah</a> di Yarobbi Brotherhood. Ketemu antum berdua isinya cuma “racun, racun, dan RACUN”. Racun yang bikin saya enggan bersantai-santai ria meski sejenak untuk sesegera mungkin membagikan konsep BEKAM SINERGI ke tengah umat dalam berbagai bentuk. Barokallahufikum brother, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak serta berlimpah atas segala pengorbanan (ya tenaga, waktu, energy, ilmu, dana, waktu dengan keluarga juga) untuk proyek da’wah ini. Kiranya Allah terus menjaga niat-niat kita, menghiasinya dengan istiqomah, serta taufiq dan hidayah-Nya selalu. BRAVO BEKAM SINERGI! Amin.

by. dhen Anjrah pengasuh <a href=”http://yarobbi.com/”>yarobbi.com</a&gt;