Saya bertanya kepada anda, apa yang menyebabkan pacar kita demikian tampak sempurna di mata kita? kalo dia seorang laki-laki, dimata sang pacar dia tampak sangat ganteng dan macho pula. Kalau dia seorang wanita, dimata sang pacar dia sangat anggun, cantik, dan menarik. Apalagi ditambah dengan dengan senyum sedikit saja, dunia sudah penuh bunga.

Ya, pokoknya how a wonderfull pacar di mata kita.

Aku lalu berusaha membedah dalam pikiranku, “ah apa iya sebegitunya”. Apakah sedimikian cantik itu real? Apakah akan selalu begitu sampai nanti misalkan memang jodoh lalu Allah takdirkan menikah dia akan selalu terlihat cantik?

He ehm… lalu sampailah aku temukan sebuah hadist yang menerangkan tentang kisah “Penobatan Award” bagi para iblis yang berprestasi di alamnya sana [1]. Melalui pemikiran ulang mengenai hadist tersebut dan ditambahkan membaca literatur-literatur berkaitan dengan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa kecantikan dan keguantengan yang kita rasakan superduper cantik atau guanteng saat kita tatap pacar kita itu unreal (tidak sebagaimana adanya).

Teman, kenalkah anda dengan istilah ilusi?
Ya, istilah itu juga biasa dipakai dalam teknik sulap oleh para ilusionis saat mendemonstrasikan ketrampilannya. Agar lebih mudah saya akan berikan contoh ilusi yang sederhana, salah satu bentuk ilusi kita kenal dengan istilah fatamorgana. Konkretnya, saat cuaca demikian panasnya, sering kali kita melihat aspal/jalan raya semacam muncul air. Namun setelah kita dekati kelokasi itu, sama sekali tidak ada airnya. Dan bagi para petualang di padang pasir, sering kita dia tertipu dengan ilusi berupa munculnya oase di arah yang jauh. Sama seperti kisah di jalan tadi, ketika didekati ternyata dilokasi itu tidak ada apa-apa. Itulah ilusi.

Lalu dalam lingkup pacaran, ilusinya bagaimana?
Nah, dalam dunia pacaran sang ilusionisnya adalah syaithon. Kembali hadist yang menceritakan kisah Penobatan Award para iblis, ketahuilah, iblis yang mendaatkan nominasi tertinggi bukanlah seorang iblis yang bisa menghasut manusia sehingga terjadi perang dunia yang mengorbankan jutaan nyawa manusia. Iblis yang mendapatkan award sebagai iblis berprestasi terbaik ternyata adalah iblis yang berhasil membuat pertengkaran dalam rumah tangga sehingga pasangan itu bercerai.

Kita tahu bersama, iblis dan tentara setannya sangat benci kepada kita untuk bisa aman dan damai menjalankan amal-amal ketaatan yang menjadikan kita mendapat ridho Allah dan surgaNya. Iblis serta kawanan tentaranya selalu berupaya agar kita malas melakukana amal-amal kebajikan tersebut serta menggiring kita untuk berlaku maksiat dan melakukan segala perkara yang dimurkai Allah.

Kita lihat lebih dulu, pernikahan (terutama yang segala prosesnya dijalani secara syar’i) adalah amal ibadah yang sangat agung dalam pandangan Allah subhanahu wata’ala. Segala proses yang ada didalamnya sampai candaan yang sepele bahkan Allah nilai sebagai pahala. Syetan sangat ngiri membiarkan pahala-demi pahala diambil oleh pasangan menikah yang syah. Maka, ketika syetan bisa menghancurkannya sampai terjadi perceraian, Iblis menganugrahkan anugrah tertinggi kepadanya.

Nah bagaimana dalam konteks pacaran?
Kita sudah paham bersama bahwa pacaran (diluar pernikahan yang sah) adalah salah satu bentuk maksiat yang dampaknya sangat buruk bagi kehidupan umat manusia. Konten pacaran yang utama adalah zina dan ujung paling tingginya yaitu kesesatan dan kekufuran. Sudah jelas banyak terjadi melalui awalan pacaran lahir bayi-bayi yang tanpa bapak yang jelas, rusaknya institusi syar’I pernikahan sebab saat menikah sudah hamil terlebih dahulu, tersebarnya aneka penyakit kelamin, dan kerusakan akal serta agama secara khusus bagi para pelakunya.

Konten pacaran yang lain adalah syahwat. Syahwat merupakan komponen yang menjadi tunganggang favorit syetan menggoda manusia. Tidak laki-laki tidak perempuan mempunyai syahwat dan sering kali elemen syahwat juga sekaligus menjadi elemen yang paling lemahnya dari diri seorang manusia. Titik lemah ini sekaligus merupakan titik serang ‘terkuat’ syetan menggoda manusia.

He ehm… sebagai syetan yang cerdas, melihat konten pacaran yang demikian powerfull guna merusak manusia, dia sangat terpanggil untuk membantu serta mensukseskan siapapun orang yang mau menempuh jalan pacaran atau siapapun yang sudah berpacaran. Syetan hias-hias wajah sang pacar dengan demikian cantik atau gantengnya. Syetan hiasi dari segala sisi. Ingatlah sumpah iblish kepada Allah bahwa dia akan datangi manusia dari berbagai arah yang intinya tetap sama, yakni menyesatkan manusia. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at)” (Al A’raaf: 16-17).

Syetan bumbui pula dengan berbagai angan-angan kesempurnaan mengenai sang pacar dalam hatinya. Angan-angan bahwa dirinya dan pacarnya akan selalu bersama. Angan-angan bahwa pacarnya adalah spesial dan berbeda dengan cowok-cowok lain di dunia yang ia setia, bertanggung jawab, dan lain-lain. Sampai kadang oleh sebab angan-angan dari syetan itu, mudah bagi seorang lelaki dan perempuan merusak kesucian mereka masing-masing dengan melakukan seks bebas. Syetan tipu kita dan menipu memang keahliannya, simak ayat berikut,” Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”. (An-Nisaa’: 120)

Maka tidak aneh, ada ungkapan ketika sudah menikah, ada pasangan suami istri yang terkaget-kaget melihat keaslian suami atau istrinya. Muncul ungkapan, lo kog beda atau beda banget dengan yang ditemui pada saat masih berstatus pacar. Ya ungkapan ini wajar muncul karena tadi, dia tidak sadar ada ‘perubahan perilaku’ syetan seiring perubahan status dari pacaran ke pernikahan yang dilaksanakan oleh orang yang menjadi target operasinya.

Saat berpacaran, syetan membantu segala prosesnya sehingga pacaran bisa sukses, bisa demikian romantis, bisa lancar,langgeng, dan aneka kemudahan lain yang kesemuanya itu memang didesign untuk semakin memrosokan orang yang berpacaran jauh ke dalam jurang-jurang maksiat. Inilah yang Allah sebut dengan istilah istidraj. Allah biarkan dia leluasa bersenang-senang dalam kubangan maksiat, Allah kasih rezeki untuk itu, Allah buka kesempatan serta kemudahan melakukan maksiat demi maksiat melalui agenda-agenda pacaran yang aslinya ini adalah bala’ dan ujian bagi dia. Naudzubillah.

Nah ketika pasangan pacaran sudah masuk institusi pernikahan, syetan merubah perilakunya. Syetan berupaya menghancurkan pernikahannya. Sudah ga ada lagi ceritanya syaithan menambah kecantikan suami atau istri kita. Syetan jadikan suami atau istri peka dengan keburukan-keburukan pasangannya yang selanjutnya memicu pertengkaran demi pertengkaran sampai terjadi perceraian.

He ehm… begitulah etiologi kenapa demikian cantik, guanteng, atau sempurnanya pacar kita selama berada dalam status pacaran. Jangan jadikan syetan leluasa menipu dan membodohi kita melalui ilusi-ilusinya. Bersikaplah yang wajar saja dan tempuhlah cara terbaik untuk menjemput jodoh kita. Asal tau saja, tipuan-tipuan syetan itu sebenarnya tidak ngefek kepada orang-orang yang memang beriman dan bertawakal kepadanya, Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya”. (An-Nahl: 99). Pada Ayat lain Allah juga berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman” (Al-A’raaf:27). Wallahu A’lam.

Best regards,

[1] hadist dalam Shohih Muslim dari sahabat Jabir bin Abdulloh Rhodiyallaahu ‘anhuma ia berkata : Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas lautan. Kemudian ia mengirimkan bala tentaranya. Tentara yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang menimbulkan fitnah paling besar kepada manusia. Seorang dari mereka datang dan berkata : ‘Aku telah lakukan ini dan itu .’ Iblis menjawab : ‘engkau belum melakukan apa-apa’. Nabi melanjutkan: “ lalu datanglah seorang dari mereka dan berkata: “Tidaklah aku meninggalkannya sehingga aku berhasil memisahkan ia (suami) dan istrinya. Beliau melanjutkan : “Lalu Iblis mendekatkan kedudukannya. ‘Iblis berkata sebaik-baik pekerjaan ialah yang telah engkau lakukan.’  Hadits shohih : Diriwayatkan Muslim (no 2040).