Alhamdulillah bertambah paham aku akan beberapa persoalan yang aku risaukan dalam mindsetku. Sebuah pemahaman yang menjadikanku semakin yakin beberapa kunci yang selama aku usahakan kemarin-kemarin, aku ndak habis pikir  mengapa bisa begini dan begitu tidak seperti mauku. Kali ini, aku ceritakan dalam bait syair untukmu sekalian.

Jalan Hidayah


Betapa banyak orang mendengar kebenaran islam,

Namun masih saja ada orang yang tetap dalam kekafirannya serta tidak mau masuk islam.

Betapa banyak laki-laki mendengar adzan,

Namun berapa sih yang tergerak datang untuk jamaah ke masjid?

Betapa banyak diantara kita yang memiliki rupiah receh di kantong,

Namun siapa sih  yang akhirnya menggerakkan tangannya sehingga receh itu jadi sedekah?

Berapa banyak wanita yang memiliki 10 bahkan 20 stel jilbab di almarinya,

Namun berapa banyak sih yang memakainya dalam keseharian dalam rangka taat kepada Allah

Dan seberapa banyak yang menggunakannya sebagai bentuk taqwanya kepada Allah dan benar-benar menutup aurat?

Dah seberapa banyak pemuda yang tahu haramnya berpacaran,

Namun berapa banyak yang memilih jalur mulia menjaga kesucian diri dan qalbunya  dari cobaan syahwati ini? Berapa banyak lagi yang bisa istiqomah dari taubatnya sehingga tetap tidak berpacaran?

 

Dah seberapa banyak forum pengajian di adakan,

Namun seberapa banyak yang kakinya tergerak melangkah sehingga bisa ikut serta hadir menimba ilmu didalamnya?

Belum lagi, dah seberapa banyak forum kajian Ahlussunnah wal jamaah diadakan,

Namun mengapa masih banyak yang asal ngaji dan merasa beres-beres saja dengan sistem ngajinya sekarang? Padahal sudah ketahuan sesatnya Ngaji disitu.

Seberapa banyak pengembangan ilmu kedokteran yang sesuai dengan ajaran nabi berkembang,

Namun hanya satu atau dua dokter, perawat, bidan saja yang bisa tergerak datang dan mempelajarinya?

Begitu juga para pemuka agama, juru dakwah, dan para kiai?

Padahal sudah pada ngerti juga bahwa pengobatan di luar belum jelas halal haramnya.

 

Allahu Akbar…

Kurang dekat apa Abu Tholib dengan rasulullah?

Kurang jelas apa Abu tholib yang bahkan dia dengan mata telanjang ‘tiap hari’ melihat satu mukjizat demi satu muk’jizat Allah tunjukkan melalui nabiNya?

Kurang tahu apa ‘setiap hari’ Abu thalib tau persis sebab apa dan bagaimana ayat-ayat Allah turun, mengapa juga dia masih tetap kafir di akhir hayatnya?

Di sisi lain,

Kurang ‘nakal’ yang bagaimananya sang Umar bin Khatab membenamkan anak-anak perempuannya?

Kurang ‘beringas’ apa si Khalid bin walid memusuhi kaum muslimin

Kurang ‘PD dan beraninya’ apa si Suraqah bin Malik dengan pedangnya mengancam rasulullah?

Namun pada akhirnya mereka menjadi panglima-panglima pembela panji islam.

 

Dan bagaimana bisa seorang Salman Al Farisi yang tidak ada seorangpun yang mendorong-dorong dia atau ngasih tau dia apa itu islam dan bagaimana islam, namun beliau bisa masuk islam dan menjadi inisiator hebat membela kaum muslimin dalam perang khandaq?

Rahasianya ada pada Jalan Hidayah…

Allah Subhanahu wata’ala Sebutkan dalam firmanNya,

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah , maka merekalah orang-orang yang merugi. (QS. Al A’raaf: 178)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raaf: 179)

Bersyukurlah padaNya,,,

Hari ini kita iman islam

Bersyukurlah padaNya,,

HAri ini dimudahkan Allah untuk bersedekah..

Bersyukurlah padaNya,,

Kita disucikan Allah dari menempuh jalur pacaran dan bingkai hubungan haram lainnya

Bersyukurlah padaNya,,

Allah langkahkan kaki kita shalat berjamaah di masjid

Bersyukurlah padaNya,,

Allah pilih diri kita termasuk yang mengenakan jilbab secara syar’i

Bersyukurlah padaNya,,

Kita dirahmati Allah bisa datang ke pengajian dan thalabul ilmi di dalamNya

Bersyukurlah padaNya,,

Allah beri hidayah kita hidup, mempelajari, dan bisa mengamalkan thibbun nabawi..

Syukur yang benar-benar bersyukur…

Sebab Allah pilih Kita, Kamu, Anda, sebagai hambaNya yang diberiNya hidayah

Alhamdulillah,,, syukurku padaMu..

Dhen Anjrah, Kramas. Senin, 6 Desember 2010