Pertengahan bulan februari ini, umat muslim ramai sekali membicarakan perihal budaya mauludan. Berbagai tradisi menampilkan ke khasan masing-masing dari perayaan maulud (ulang tahun) Nabi Muhammad shalalallahu ‘alahi wa salam. Namun, ada Sisi lain mauludan yang luput dari perhatian masyarakat. Padahal, sisi  mauludan ini sangat berbahaya serta merusak diri seorang muslim. Seperti apa misalnya?

Pertama

Sisi lain mauludan kemusyrikan berbalut cinta nabi di hari maulud

Pembaca pasti mengenal gambar di atas bukan? Beberapa ekor kerbau berwarna putih atau yang biasa dikenal kerbau bule biasa di arak ke berbagai sisi kota pada saat mauludan.  Arakan itu sudah dilaksanakan secara turun temurun dan dipercaya memberikan banyak kemanfaatan atau orang jawa sering mengatakan bisa mendatangkan keberkahan. Sampai anehnya, bahkan kotoran kerbau bule itu dijadikan bahan rebutan oleh warga yang datang menontonnya.

Padahal Rasulullah shalalallhu alaihi wa salam tidak pernah mengajarkan untuk merayakan mauludan bahkan sampai mengarak kerbau bule keliling kampung semacam itu.

Ke dua

Ajang mauludan malah untuk membersihkan keris, bukan sebagai momentum membersihkan (taubat) orang yang mencuci keris. Ya meski saya sama sekali tidak sependapat sama sekali dengan apapun model perayaan mauludan sampai mauludan itu sendiri (sebab tidak ada dalil yang shahih dalam qur’an dan assunah perihal merayakan ultahnya nabi atau yang semacamnya).  Ya sisi lain mauludan yang ke dua ini bener-bener unik, meskinya buat taubat membersihin diri, weh lah dalah malah membersihkan keris. Aya aya wae..

Mestinya justru rajin ‘menjamas’ diri sendiri sebelum menjamas yang lain-lain

Ke tiga

Berlomba melagukan atau membaca shalawat barjanzi sampai shalat isya pun di tabrak. Padahal, shalawat barjanzi banyak mengandung kalimat-kalimat yang melebih-lebihkan derajat nabi Muhammad shalalallhu ‘alaihi wa salam sampai ke derajat ketuhanan. Ya, sekalipun kadang yang dikasih tau, malah ngeyel. Sudah tidak tau arti dan maknanya, dikasih tau malah ngeyel. Seperti masyarakat di daerahku yang sudah di kasih tau  oleh seorang ahli ilmu agama. Wallahu musta’an.

Niat yang baik bershalawat, terkotorkan sebab kekurangpahaman akan apa yang terkandung di dalamnya

Demikian beberapa sisi yang sangat lain (lain dari petunjuk Allah dan rasulNya) terkait mauludan. Dua point pertama sangat mengancam aqidah. Dimana seorang muslim wajib jauh-jauh dari segala aneka sarana yang bisa mengantarkan dirinya jatuh ke lembah kemusyrikan. Point yang ketiga, adalah penerapan cinta yang keliru sebab tidak jeli dan teliti dalam melalukan suatu amalan yang ‘dikira’ ibadah dan memiliki aneka keutamaaan. Padahal, shalawat barzanji sangat menyesatkan. Wallahu a’lam.

artikel lain bisa baca di anjrahuniversity.com