Broken Heart memang momentum memilukan siapapun yang mengalaminya. Bahkan ketika cara yang ditempuh se alami se halus apapun proses putusnya, tetap saja terasa patah hati. Ya sih, detail mengenai sensasi sakitnya jelas berbeda-beda, sebab lika liku perjalanan kasih serta cintanya kan juga satu orang dengan yang lain tidak sama. Namun anehnya, langkah-langkah cari obatnya ada beberapa kemiripan. Hayo kita kupas.

Aku menemukan beberapa tipikal yang ada secara general. Semuanya langkah-langkah ini dikira oleh para pelakunya sebagai langkah pengobatan, namun, “Oya apakah benar demikian?”. Cekidot:

  1. Begitu putus, buru-buru segera cari ‘penclok-an’ alias tempat bertengger yang baru. Ya macem burung, tempat bertengger sebelumnya kurang nyaman, ya segera nyari aja tempat tenggeran yang baru. Tentu dengan harapan dengan segera dapet tenggeran yang baru bisa melupakan perasaan Broken heartnya. Weh,,, enak aja mau tipu-tipu si hati dengan melakukan halusinasi kebahagiaan dapat yang baru dengan mengkubur rapat-rapat perasaan sakit dengan tenggeran sebelumnya. COba deh tanyain, “Iya ni, dengan cepet dapat tenggeran yang baru perasaan patah hatinya terkubur? atau malah dengan memaksakan diri ‘seakan-akan’ telah menguburnya weh lah dalah perasaan sakit itu malah semakin terasa dan ada selamanya di dalam hati?? Apakah juga bisa merasakan empati, jika kita berada pada posisi cewek atau cowok yang jadi ‘tenggeran karbitan’ untuk upaya ngobatin patah hati kita?? ataukah bisa lebih baik halnya kalau Kita coba menerimanya (menerima patah hati dan rasa sakitnya), kita alami (he ehm,, ini bener-bener sakit, sangat sakit), dan kita atasi dengan kepala tegak dengan kesadaran bahwa rasa sakit ini akan menghilang beberapa saat yang akan datang? take your own responsibilities guys!
  2. Nyari Katarsis emosi dalam bentuk apapun. Misal, pas terasa sakit hatinya langsung cari makan. Makan snack atau apapun sepuasnya. Atau, nangis berhari-hari sampai kemarau air matanya, pergi hura-hura, nonton, hangout bareng teman-teman, membicarakan jelek-jeleknya mantan kita sama teman-teman baik kita, sampai mabok, ngoplo atau nginex agar bisa lupakan sakit hatinya. atau mukulin banguling (bantal guling) sampai isinya berhamburan di kamar? oya, benar kah itu mengobati pedihnya patah hatimu? Iya, namun SESAAAT. Sedetik setelah rasa nikmat dari katarsis emosimu itu kau curahkan, rintik tetesan pedihnya patah hati kembali menghujanimu. Bukankah selepas kamu lakukan semua itu kamu kembali ke patah hatimu? malah kadang ketambahan rasa penyesalan sebab beberapa perilaku itu telah divonis dosa oleh hati nuranimu? Mengapa tidak memilih untuk melakukan fokus sebaik-baiknya menjalani kehidupan dengan senormal mungkin. Ingatlah, kadang patah hati itu tidak sesakit persepsi kita terhadapnya.
  3. Jadi spy/ Mata-mata segala aktivitas mantan pacarnya. Login lewat YMnya, Login lewat FBnya, pokoknya memata matai dengan aneka cara yang kamu paling tau caranya. Kan sudah pernah bareng, pasti sampai hal privasi dan perilaku kesehariannya sudah hapal. Apakah perilaku spionase semacam itu menyembuhkan broken heart mu? atau kah perilaku-perilaku itu justru mengabarkan betapa buruknya, betapa kacaunya dirimu di hadapan mantanmu? apa justru kamu mau bahwa mantanmu semakin bersyukur,owh untung aku putus dia sekarang, emang kelakuan buruknya sudah terbukti. Buktinya sekarang dia makai privasi orang lain tanpa ijin? Mau tampak sedemikian menyedihkan di hadapan mantanmu yang dia telah happy dengan kehidupannya yang sekarang? Asik ya jadi manusia menyedihkan dan patut dikasihani semacam itu? Cari jawabannya dari dirimu.

Weh,, dah adzan isya ik. Semoga bisa dilanjutkan lagi pembahasan tema patah hati. Agar kita tidak terjebak dalam main frame lika likunya saja. namun bisa diambil intisarinya agar bisa dicari langkah-langkah dan strategi psikologis yang tepat untuk mengobati braoken heart dalam diri kita atau teman-teman sekitar kita. Pasti bisa, patah hati itu biasa.

Pengobatan secara psikologi patah hati dengan statement teknik klik di sini