Entah beneran atau bagaimana, memang sudah santer di bahas bahwa plugin SEO Search Term II benar-benar menjadi musuhnya Alogaritma Google Baru bernama google panda. Awalnya, kurang merespon sih, hanya saja, setelah pembuatanya membuat press release yang beliau sendiri tidak merekomendasikan salah satu fiturnya, saya jadi berpikir ulang memakai plugin penangkap keyword ini. Padahal, luar biasa sekali kinerja plugin SEO Search Term II dalam menginspirasi kita membuat artikel baru sesuai kemauan pengunjung.

Kutipan Press Release dari pak Purwedi Kurniawan selalu Insinyur plugin SEO Search Term II [Stt2]:

Related to the latest Google’s algorithm update known as Panda, I think it is necessary to deliver several important information as follows:As you know, Google Panda is intended to remove pages that are considered as low quality page from Google search.

“Improve it or remove it. With Google’s Panda Update, low-quality content can impact an entire domain, but removing these pages – or moving Them to a different domain – can help your rankings, ” says Google’s Michael Wyszomierski.

Because of that reason, I don’t recommend you to activate SEO SearchTerms Tagging 2’sConvert search terms into links to search page feature.

This feature used to be a very good feature to increase indexed pages, but now it is better for you to not using it anymore. To make friend with Google Panda, always put high quality unique contents and strengthen On-Page SEO on the content page with the targeted keywords.
Some people even said that now, the most important thing is On-Page SEO, instead of backlink. For me, both are equally important, but I believe that On-Page SEO becomes way much more important than before Panda was updated.

Solusinya gimana dong?

Trus Gimana dong? Ya itu artinya, tu plugin tetap boleh dipakai, hanya jangan aktifkan menu yang membuat keyword pencarian itu mengarahkan visitor ke halaman pencarian. Caranya bagaimana? Masuk ke wordpressmu, masuk ke area Setting, klik SEO Search Term. Kalau sudah selesai loading, cari yang tulisannya “Convert search terms into links” , lalu cari ” Yes, link to search page”.

Pastikan pada “Yes, link to search page” tidak kamu centang, insyallah amannya klik aja lingkaran bulet di samping kiri opsi “Yes, link to post content” saja lalu Save. Beberapa blogger merekomendasikan pada menu “Max number of search terms” jangan di isi banyak-banyak, masukin aja tujuh atau berapa di bawah sepuluh agar nggak kena tuduhan keyword farming.

Kaidah On-Page SEO yang tokcer menurut Ahlinya

Saran lanjutan dari surat dari creator Stt2 adalah optimasi On-Page SEO. Tambahan dari saya, buat pengaplikasiannya secara praktis, libatkan pula Plugin All In One SEO Pack. Beberapa cek list On-Page SEO usulan pak Purwedi kurang lebih sebaiknya dipenuhi supaya bisa bersaing di halaman SERP  sebagai berikut:

  1. Meta TITLE wajib mengandung keyword dan awali penulisan meta title pakai keyword
  2.  Meta description wajib mengandung keyword dan penulisan meta deskription pakai keyword
  3. Kolom Meta keywords, masukan pula Keyword yang ditargetkan (Point 1,2,3 bisa menggunakan All In One SEO Pack yang otomatis memberikan slot meta title, meta desciption, dan meta keyword pada halaman penulisan web kita).
  4. Permalink wajib berisi keyword
  5. Keyword di Heading 1-kan alias H1. Jadikan keyword sebagai awalan kata-kata H1nya.
  6.  Keyword di Heading 2-kan alias  H2.
  7.  Keyword di Heading 3-kan alias  H3.
  8. Ada keyword bentuk bold
  9. Ada keyword bentuk italic
  10. Ada keyword bentuk underline
  11. Ada gambar yang disisipkan keyword pada  ALT atributenya.
  12. Buat link eksternal pake anchor text keyword ke situs authority yang satu tema, atau web kita yang lain ajah
  13. keyword density sekitar 4%, waspada, keyword terlalu dalam bisa kena kasus keyword staffing saja Google.
  14. keyword di 50-100 kata pertama dari artikel yang dibuat.
  15. Panjang artikel minimal 300-400 kata [agak ragu jumlahnya].

Semoga informasi di atas bisa membantu. Diskusi lanjutan via komeng-komengan aja🙂.. makasih