Blognya Anjrah – Berbicara mengenai Sejarah Rohingya Myanmar, bagaimana sebenarnya asal mula Pembantaian Rohingya Myanmar, serta Sejarah Rohingya Muslim agaknya terjawab ketika menyimak khutbah berikut.

Ya, sebuah khutbah yang menarik yang disusun oleh Ustadz Agus Hasan Bashori. Mari kita simak selengkapnya:

Khuthbah I

Amma badu:

Maasyiral muslimin, bertakwalah kepada Allah (, sebab takwa kepada-Nya adalah cara terbaik untuk menolak balak dan mengangkat kehinaan. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan mereka yang berbuat ihsan.” (QS. Al-Nahl: 128)

Ma’asyiral muslimin, di zaman yang penuh ujian dan cobaan ini kita perlu mengingatkan tentang hakikat ajaran islam yang sangat mendasar, yaitu wajibnya saling menolong diantara kaum muslimin, dan wajibnya membela umat yang terzhalimi dan tertindas.

Apabila kita memiliki kemampuan untuk membela maka kita wajib membela. Allah berfirman:

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan jika mereka meminta tolong kepadamu dalam agama maka kamu wajib menolong, kecuali atas kaum yang terdapat perjanjian antara kamu dan mereka. Sedangkan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 72)

Jika kita tidak saling menolong, jika kita nafsi-nafsi maka Allah menjadikan kita lemah dan hina dan kekufuran merajalela. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“dan orang kafir itu sebagian mereka menolong sebagian yang lain, maka jika kalian tidak melakukannya (saling menolong dalam agama) maka aka nada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfal: 73) sebagian ahli ilmu menyebut bahwa fitnah disini adalah fitnah perang, pembunuhan terhadap muslim, pengusiran, dan penangkapan. Sedangkan kerusaan yang besar adalah munculnya syirik di permukaan.

Maasyiral muslimin ramihaullah.

Orang muslim selalu berbagi rasa dengan saudaranya, sedih karena sedihnya, senang karena senangnya. Orang muslim tidak membiarkan saudaranya, tidak membiarkannya, tidak menelantarkannya, tidak menyerahkannya kepada musuh.

Tetapi wajib peduli, memperhatikan nasibnya, membelanya dan menolongnya. Nabi ( bersabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Tidak ada seorang yang membiarkan seorang muslim di tempat dia dihinakan kehormatannya, dan dilanggar kemuliaannya (hak-haknya), melainkan Allah pasti menghinakannya ditempat yang dia ingin mendapatkan pertolongan.

Sejarah Muslim Rohingya Di Myanmar,Sejarah Muslim Rohingya Myanmar,Sejarah Muslim Rohingya Di Burma,Sejarah Muslim Rohingya Islam,Sejarah Pembantaian Muslim Rohingya,Dan tidak ada seorang yang menolong seorang muslim di tempat dia dihinakan kehormatannya dan dilanggar kemuliaannya (hak-haknya) melainkan Allah pasti menolongnya di tempat yang dia ingin ditolong di dalamnya. (HR. Abu Daud, Thabrani dalam al-Ausath, dihasankan sanadnya oleh Haitsami)

Rasulullah (bersabda:

المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لَا يَخُونُهُ وَلَا يَكْذِبُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ

Orang muslim itu saudara muslim lainnya, tidak mengkhianatinya, tidak mendustainya dan tidak menghinakannya.” (HR Turmudzi)

الْمُسْلِمُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ. يَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ، وَيُجِيرُ عَلَيْهِمْ أَقْصَاهُمْ، وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ

“Orang muslim itu nilai darahnya sama (dalam qishah dan diyat), yang paling rendah bisa berjalan membawa tanggungan mereka, dan yang paling jauh melindungi (memberikan jwar) atas mereka. Mereka adalah satu tangan atas selain mereka. (HR. Abu Daud, shahih)

Maasyiral muslimin.

Kita bangsa Indonesia sekarang ini (di akhir bulan Rajab dan awal bulan Syaban 1436 H/ bulan Mei 2015 ini) dikagetkan dengan adanya gelombang pengungsi umat Islam dari Myanmar yang terdampar di Aceh. Mulailah kepedulian bangsa Indonesia tergugah, ketika melihat langsung kondisi mengenaskan dari ribuan muslim Rohingnya yang lari dari penjajahan dan penyiksaan yang dilakukan oleh negara Myamnar dan umat Budha Myanmar.

Maasyiral muslimin rahimahullah.

Ketahuilah bahwa kita sangat-terlambat, sebab tidak ada akses berita tentang saudara kita umat islam Rohingnya, bahkan banyak berita yang menyatakan bahwa berita penyiksaan itu bohong, atau dibalik bahwa itu adalah karena kesalahan umat Islam, sehingga kita pun tidak berbuat-apa-apa, padahal sejatinya penindasan itu sudah berlangsung selama 228 tahun yang lalu, namun kita baru percaya setelah hampir dua juta muslim rahingnya hidup diluar negrinya, dan lebih dari 500.000 mati teraniaya rahimahumullah.

Oleh karena itu, pembelaan di tingkat pertama ini adalah memberikan informasi yang benar tentang kezhaliman yang mereka alami.

Berikut ini adalah ringkasan dari tragedi yang dihadapi oleh umat Islam di sana oleh pemerintah militer Burma:

Pertama: penghapusan kewarganegaraan Rohingya Muslim di Arakan berdasarkan undang-undang yang mereka buat tahun 1982 M.
Mereka dianggap orang asing yang mengungsi di atau tinggal di Burma/Myanmar setelah tahun 1824 (tahun masuknya penjajah Inggris ke Burma) meskipun fakta dan sejarah mendustakan dakwaan itu.

Maasyiral muslimin, ketahuilah bahwa Islam masuk Arakan sejak abad pertama Hijriyyah, zaman sahabat Nabi SAW, 1400 tahun yang lalu. Islam masuk dibawa oleh para pedagang Arab pimpinan Waqqash bin Malik RA dan sejumlah tokoh Tabiiin.

Kemudian gelombang kedua, Islam dibawa oleh para pedagang Arab Muslim pada abad kedua Hijriyah, tahun 172 H/788 M di masa Khalifah Harun al-Rasyid.

Mereka singgah di Pelabuhan Akyab Ibukota Arakan. Umat Islam terus berkembang di Arakan hingga berdirilah Kerajaan Islam oleh Sultan Sulaiman Syah dan berlanjut hingga 3,5 abad lamanya (1430- 1784 M), dipimpin oleh 48 raja Islam, dan berakhir dengan Raja Sulaim Syah.

Kemudian kerajaan Islam runtuh oleh serbuan umat Budha tahun 1784 M. sejak saat itulah sampai hari ini umat Islam ditindas dan diperlakukan seperti hewan.

Kedua: mencekal Muslim dari bepergian dan perjalanan baik di dalam negri maupun di luar negeri.

Ketiga: penangkapan dan penyiksaan Muslim di kamp-kamp penahanan tanpa dosa.

Keempat: memaksa umat Islam untuk melakukan kerja paksa tanpa upah, seperti pembuatan jalan, penggalian parit di daerah pegunungan di Burma.

Kelima: pengusiran umat Islam dan penempatan umat Buddha di rumah-rumah mereka.

Keenam: menyita Wakaf-wakaf umat Muslim dan lahan pertanian mereka.

Ketujuh: menjarah kekayaan umat Islam, dan mencegah mereka dari mengimpor dan mengekspor atau melakukan kegiatan bisnis.

Kedelapan: menghalangi umat Islam untuk menjadi pejabat atau pegawai di pemerintahan, dan sebagian kecil dari mereka yang telah mendapatkan kedudukan dalam masa penjajahan Inggris dulu dipaksa untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.

Kesembilan: menghalangi dan merintangi anak-anak Muslim dari menempuh pendidikan di sekolah-sekolah, dan universitas negri.

Kesepuluh: Melarang umat Islam untuk berpartisipasi dalam muktamar dan konferensi Islam International.

Demikian maasyiral muslimin. Semoga apa yang kita sampaikan menggugah hati kita tentang kewajiban kita terhadap saudara kita yang lama kita lupakan dan dihalangi oleh orang-orang yang zhalim untuk berhubungan dengan mereka.

أقول قولي هذا واستغفروا إنههو الغفور الرحيم

Khutbah II

(mukaddimah)

Ma’asyiral muslimin.

Ketahuilah bahwa kezhaliman yang dirasakan oleh umat islam Rohingnya adalah kezhaliman yang ditimpakan kepada kita.

Kita semua dizhalimi. Maka mari bersemangat untuk berdoa bagi kita dan bagi muslim Rohingnya sebab kita semua mazhlum dan doa orang yang mazhlum diijabahi oleh Allah (Nabi) bersabda:

tiga orang doanya tidak ditolak: orang yang puasa hingga berbuka, imam yang adil dan doa orang yang dizhalimi yang Allah mengangkatnya di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berkata kepadanya: demi Kemulian-Ku dan keagungan-ku, Aku pasti akan menolongnya walau kemudian.” (HR Ahmad.)
Ketahuilah bahwa kezhaliman tidak akan langgeng, pasti sirna dan hancur.

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS. Yusuf:21)

Mari bershalawat dan berdoa untuk kita dan saudara kita umat Islam khususnya umat Islam Rohingnya:..

Demikian.

 

Bagaimana kesimpulannya? Apalagi dengan santernya berita yang beredar dengan info yang aneh aneh mengenai rohingnya? Semoga penjelasan ustad Agus Hasan Bashori diatas bisa mengukuhkan niat kita membantu sesama muslim.

Urusan pesawat tenggelam aja sampai habis milyaran, ni real ada manusia butuh bantuan terapung apung di lautan, mustinya bisa lebih dibantu.