Blognya Anjrah – Penjelasan lengkap makna hadist Makna Hadist Sahabat Umar Sebaik-baik Bid’ah Adalah Ini oleh Ustadz Dr Khalid Basalamah.

Bahwa secara ringkas, Ada hadist ikutilah sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin. Kalangan sunnah khulafaur rasyidin yang empat itu tidaklah diamalkan melainkan perilaku mereka sesuai dengan sunnah nabi.

Selengkapnya silakan di simak dalam video ini:

Ini penjelasannya, dalam riwayat Abu Dawud dan lainnya dengan sanad yang shahih lighairihi (shahih karena dikuatkan dengan sanad yang lain), dari Al-‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata:

وَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى الهُِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami dengan nasehat yang menyentuh, meneteslah air mata dan bergetarlah hati-hati. Maka ada seseorang yang berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. Maka apa yang akan engkau wasiatkan pada kami?” Beliau bersabda: “Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengarkan dan mentaati (pemerintah Islam), meskipun yang memerintah kalian seorang budak Habsyi. Dan sesungguhnya orang yang hidup sesudahku di antara kalian akan melihat banyak perselisihan. Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin (para pemimpin yang menggantikan Rasulullah, yang berada di atas jalan yang lurus, dan mendapatkan petunjuk). Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian. Serta jauhilah perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.“

Sahabat umar tidak melakukan bid’ah. Secara penjelasan ulama, bid’ah disini secara etimologi bukan makna syari.

Sahabat umar lakukan itu karena dia sudah tau sebelumnya bahwa perilaku sahabat umar mengumpulkan untuk shalat terawih dan melakukan tarawih 23 rakaat.

Maka pertengahanya, bab jumlah rekaat, kita lakukan jangan lebih lakukan amalkan lebih dari sahabat umar lakukan.

Semoga bisa menjadi koreksi bagi yang meyakini bid’ah hasanah dengan dalil di atas. Karena itu adalah penafsiran yang keliru. Bukan bid’ah hasanah.