“CARA TRANSISI DARI PERUSAHAAN KECIL MENJADI PERUSAHAAN MENENGAH.”

Kalau Anda masih baru mulai bisnis, atau masih kepengen mau akan bisnis baiknya cari tulisan lain tentang motivasi, tapi kalau Anda ngotot dan memastikan ingin membangun bisnis yang besar, Anda HARUS basa tulisan ini :

Di luar sana banyak sekali seminar yang menawarkan bisnis, peluang usaha, bagaimana mendapatkan penghasilan tambahan, dan banyak lagi. Apalagi di internet, buanyak bangettttt…

Tulisan ini akan lebih memberikan perspektif bagaimana kita bisa naik kelas dari bisnis yang dikerjakan sendiri (self employee) naik ke level berikutnya yaitu manager. Sering kita salah, karena dipikir kalau sudah punya bisnis sendiri itu artinya owner. Padalah levelnya masih startup, semua masih dikerjakan sendiri, semua masih tergantung bos, ini artinya masih di level employee atau self employee. Artinya ya merangkap semua jabatan.

Cukup jelas?

image

Nah seringkali kita juga belajar ilmu yang ketinggian, apalagi dulu pernah kerja di multinational company. Bicaranya six sigma, BCS, dan istilah management-management tingkat tinggi. Tidak salah sih, tapi seringkali kalau dalam skala bisnis 1-15 orang cara tersebut belum efektif dan efisien.

Catat : Mungkin Anda pernah atau sedang merasakan, ketika angka penjualan berhenti bertumbuh, atau cenderung menurun. Maka berhati-hatilah, karena ini bisa berarti kita sedang memasuki industri yang menua atau sunset.

Ciri-cirinya adalah produk / jasa semakin sulit menjual, diperlukan upaya yang semakin besar hanya untuk mencapai omset yang sama, dan profit margin yang semakin kecil. Dalam bahasa sederhana, industri yang menua adalah = omset semakin kecil, profit margin semakin kecil, karena persaingan semakin banyak.

Atau mungkin industrinya tidak menua, melainkan sedang tumbuh…
Hanya saja pengetahuan kita, sebagai pelaku bisnis yang menua dan kita saja yang berhenti tumbuh!

Pohon yang berhenti tumbuh akan mati, demikian juga dengan perusahaan.
Perusahaan yang berhenti tumbuh akan mati, digilas oleh dahsyatnya kompetisi.

Itu sebabnya kita harus TUMBUH.
Tetapi, caranya bagaimana?

Cara mengelola perusahaan kecil berbeda dengan perusahaan besar. Dan mengelola perusahan besar, menengah, kecil, bahkan mikro juga berbeda. Itulah pentingnya kita belajar ilmu yang tepat di level bisnis kita berada.

Ini adalah riset dari harvard tentang karakteristik pertumbuhan perusahaan kecil menjadi perusahan menengah dan besar.

Laporan Harvard Business Review itu menunjukan, bahwa ketika perusahaan masih kecil, owner menyatu dengan perusahaan. (gambar bulat, kiri bawah). Ketika perusahaan semakin dewasa, maka owner semakin memisahkan diri dari perusahaan (gambar bulat putih keluar dari gambar bulat hitam, bawah).

Pada perusahaan kecil, kita banyak mengandalkan diri sendiri.
Semua kegiatan berpusat pada diri kita.

Semua orang melapor kepada satu orang. Orang-orang yang bekerja, mesti meminta izin kepada kita untuk melakukan sesuatu, bahkan terkadang untuk hal yang sepele.

Sistem adalah kita, dan kita adalah sistem.
Terkadang, tim terlalu tergantung kepada kita.
Terkadang, tim berjalan terlalu mandiri, dan cenderung tidak terkendali.
hmmmm….
( ini seperti gue banget😀 )

Orang-orang saling menginjak kaki, dan melakukan tugas yang sama, atau mirip-mirip. Fungsi kerja belum diatur secara struktur. Apa job desk-nya, apa position contract-nya, mana SOP-nya, apa KPI-nya?

Tidak ada kerjasama tim, perusahaan menyerupai tim sepak bola anak kecil, semua berlari mengejar bola. Sebagai pemilik, Anda harus menjadi konduktor, mengarahkan pekerjaan semua orang setiap hari.

Sampai kapan akan terus begini?

Dan hasil yang dicapai masih itu-itu saja.
Tetapi dengan biaya tetap (fix cost : sewa tempat, listrik, gaji, operasional) yang semakin besar.

Sumber persoalan= orang bertambah dan tapi kemampuan mengelola kita tidak bertambah.

Untuk berkembang, dari perusahaan kecil ke menengah, kita memerlukan cara-cara baru, dan kemampuan baru.

Ada 3 hal yang perlu kita perhatikan, yaitu TTS = Team, Tools dan Systems.

Tools adalah alat yang kita pakai untuk mengelola dan membesarkan perusahaan.
Anda bisa coba cara yang lagi hot seperti : Mission, Mindset, Value, Vision, SWOT Analysis, Balance Score Cards, Budgeting, Business model Canvas, SIVA, Value Chain Analysis, Six Sigma, Plus Minus Anaylsis, Structure Organisation, Developing People, Operations, KPI & PI, S.M.A.R.T Goal, Priority, Dashboard Scrum Team, Kanban, Agile Scrum, Demming – PDCA dan banyak lagi.

Atau bisa mulai dulu saja dengan TO DO LIST!

1. Team adalah orang yang menjalankan.
2. Tools adalah alat bantu yang dipilih.
2. Systems atau standard, adalah prosedur yang kita bakukan, agar proses yang sudah kita temukan, dapat terjadi berulang-ulang.

Nah mulai pusing ya….

Ini dia 5 cara gampang-nya agar aplikasi diatas lebih mudah, sehingga bisnis Anda terus tumbuh di 2016

1. Menilai Bisnis secara keseluruhan
Mulailah dengan menilai bisnis Anda dengan jujur. Lihatlah hasil laporan keuangan Anda. Apakah Anda puas dengan laporan tersebut? Lihat model bisnis Anda, karyawan anda, pelanggan anda. Apakah Anda puas dengan kinerja mereka?
Jika Anda tidak puas, tegarkan hatimu untuk segera melakukan sesuatu. Keputusan Anda merupakan suatu awalan yang baik untuk memulai suatu transisi.

2. Buat Skala Prioritas Besar
Lihat kembali visi jangka panjang Anda. Apakah Anda sudah membuat prioritas untuk mencapai visi tersebut?
Apakah itu menaikan penjualan, menambah produk, menaikan margin profit, menurunkan biaya operasional atau apa saja yang berhubungan dengan profit.

Ingat, waktu kita tidak banyak, dan tangan kita hanya dua. Kita tidak dapat melakukan semua yang kita ingin lakukan. Jadi kita harus membuat prioritas. Karena tujuan bisnis adalah profit, maka prioritas-prioritas bisnis Anda seharusnya juga berhubungan dengan profit.

3. Buat Rencana, lengkap dengan target, jangka waktu, dan penanggung jawab
Masa-masa trial dan error sudah berlalu. Rencana bisnis Anda menentukan keberhasilan atau kegagalan Anda. Selalu buat rencana sebelum Anda melakukan sesuatu. Gunakan sebanyak mungkin alat-alat manajemen (management tools) dalam rencana Anda, untuk me-leverage pertumbuhan Anda.

4. Delegasikan kepada team
Superman is dead. Superteam is here. Delegasikan pekerjaan Anda kepada tim Anda. Anda tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri. Jika tim belum terbentuk, segera buat rencana untuk membangun tim. Caranya buat struktur organisasi, mulai berikan pekerjaan yang memberi nilai tambah paling sedikit, buat KPI-ya, tentukan gaji, tentukan bonus dan komisi.

5. Evaluasi dan Perbaikan
Buat dashboard untuk memantau perkembangan hasil. Tugas selalu pemimpin adalah memimpin dan caranya adalah membandingkan pencapaian sehari-hari dengan budget yang diinginkan. Jika angka meleset, segera evaluasi sebab dan buat rencana perbaikan. Pastikan hasil sesuai dengan budget. Jika setiap hasil harian sesuai budget, maka hasil tahunan pasti akan sesuai dengan budget yang diinginkan.

Wih seru juga ya…

Semoga bisnis Anda semakin berkembang di tahun 2016…..😄☝☝