Masa Mengamalkan Bid’ah Hasanah Kok Di Larang. Ya, ini ada kisah dialog Toro dan Nano. Bukan nama sebenarnya, kisah dan dialog sebagai penggambaran. Kesamaan nama, mohon dimaafkan ya.

® Si Toro : ” Mau ikut tidak nanti malam ada tahlilan 40 harinya tetangga saya, habis tahlilan dilanjutkan nariyahan di rumahnya pa kuwu”

© Si Nano : ” Boleh.. boleh, habis Isya ya”

® Si Toro : ” Iya”.

© Si Nano : ” Bro tapi kata tetangga saya, tahlilan dan nariyah itu bidah, dan kalo bidah itu sesat katanya”

® Si Toro : ” Kata siapa?”

© Si Nano : “Itu tetangga saya, yang jenggotnya panjang”

® Si Toro : ” Wah dia mah wahabi, kelompok yang suka membidahkan dan menyesatkan, tahlilan, nariyahan itu kan bidah hasanah, bidah yang baik, masa orang bersholawat, berdzikir, berdoa, membaca alquran sesat sih, jangan dengerin mereka, ini baik kok disesatkan”

© Si Nano : ” Ok emang dasar wahabi ya, tidak suka bidah hasanah, sesat mereka, ya udah nanti ketemu di mushola ya, isya dulu disana, nanti berangkat bareng tahlilan sama nariyahannya ok”

® Si Toro : “Ok”

Waktu isya pun tiba……

Si Toro bertemu Si Nano di mushola……

© Si Nano : ” Bro , saya aja yang adzan ya”

® Si Toro : ” Ok silahkan “

© Si Nano pun mengumandangkan adzan, tapi ternyata dia membaca takbirnya kebanyakan, sehingga distop oleh Si Toro.

® Si Toro : ” Bro ngapain takbirnya banyak sekali ampe 3x, 2x aja”

© Si Nano : ” Emang kenapa ? Ga boleh? Niat saya baik, supaya orang di samping tuh yang lagi di pasar malam supaya mendengar panggilan adzan “

® Si Toro : ” Ya ga boleh, nabi kan mengajarkan cuma 2x 2x kalimat adzannya masa kamu ampe 3x , kebanyakan lagi”

© Si Nano : “Ya masa orang banyak berdzikir, orang mengingatkan untuk sholat , ga boleh sih, ini namanya bidah hasanah, bidah yang baik, jadi tidak apa-apa memperbanyak bacaan adzan nya juga, masa berdzikir berdosa, aneh kamu”

® Si Toro : ” Ya anu ehmmmmm #-%$+%*”

© Si Nano : ” Ini tidak apa-apa, toh niat saya baik dan didalamnya juga dzikirullah”.

® Si Toro pun merasa galau…..,

Tiba saat melakukan sholat.

© Si Nano : ” Saya aja yang imam ya”

® Si Toro : ” Ya udah iya, bacaannya yang pendek aja ya, supaya cepat ke acara tahlilan “

© Si Nano :” Ok”

Ahlu2 pun mengimami sholat isya berjamaah tapi ternyata © Si Nano ketika takbir menambah dengan dzikir lain yaitu Subhanallah, Walhamdulillah , Allahu Akbar,  setelah itu baru mengangkat tangannya.

Otomatis para jamaah dan termasuk Si Toro menyetop sholat yang mau di laksanakan.

® Si Toro : ” Woi stop apa apaan, koq takbir nya ada subhanallah dan Alhamdulillah sih, ga sah shalatnya, ngaco kamu”

© Si Nano :“Lah emang kenapa, ga boleh?”

® Si Toro : “Ya ga boleh lah”

© Si Nano : ” Ga boleh gimana, dzikir kepada Allah ga boleh, tadi adzan ga boleh padahal itu adalah dzikir kepada Allah,

Niat saya baik, ini semua yang nama nya bidah hasanah, bidah yang baik, apa bedanya dengan acara tahlilan dan nariyahan ?

Ga ada bedanya , sama sama dzikir, sama sama nyari kebaikan, sama-sama TIDAK DIAJARKAN OLEH RASULULLAH SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM, dan sama sama bidah hasanah, apa kau mau menyesatkan saya? “

® Si Toro : ” &$&@%#%$&, ya pokoknya ga boleh adzan kaya gitu dan sholat kaya gitu”

© Si Nano : ” Kok kamu melarang orang berbuat bidah hasanah?

Saya juga bisa melarang kamu untuk melakukan bidah hasanah jadi jangan tahlilan jangan nariyahan “

® Si Toro : ” ——————–“.

Bagaimana kesimpulannya? Inilah mengapa sesuatu yang ‘biasa disebut bid’ah hasanah’ memang betul betul ‘membahayakan’. Bayangkan ketika segala sesuatu ‘mengatas namakan bid’ah hasanah’ dalam beribadah, nampaknya sia sia Rasul Siang Malam mendakwahkan Sunnahnya.

Stop bid’ah hasanah, perbanyak mempelajari dan mengamalkan Sunnah Hasanah dari Rasulullah. Kalau sunnah hasanah sudah dilakukan semua, perkara dirimu mau nambahi amalan bid’ah hasanah, saya ndak berani melarang. Silakan… Wong itu keyakinanmu🙂