*JAWABAN CERDAS & SINGKAT SYAIKH ABDURROZZAQ (tentang tahdzir)*
Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan pada syaikh tentang “sedikit” perselisihan antara Al-imam Almuzani dan Al-imam Albuaithi (Abu ya’qub Yusuf bin Yahya), keduanya adalah murid Al-Imam Asy-Syafi’i _rohimahumullooh_

Sebuah perselisihan diantara keduanya yang sepertinya penanya baca dari sebuah artikel.
*Penanya bertanya*,

Bagaimana menyikapinya??
*Jawaban singkat syaikh* :

Beliau membaca sebuah ayat,
(تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
Artinya: “Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-Baqoroh : 141)
*Selesai jawaban syaikh.*

————————–
Serentak kami senyum dan tertawa.

Bukan menertawakan ayat ini, tapi dibalik tawa kami ada makna yang sangat dipahami, yaitu;
Sering kita membesar-besarkan apa yang terjadi dikalangan ulama dari bentuk perselisihan dan hujatan2.

Padahal Allah tidak akan menanyakan kita akan hal itu, Allah tidak bertanya apa yang telah mereka perbuat, Allah tidak akan bertanya tentang perselisihan mereka, tapi Allah akan meminta pertanggung jawaban dari apa yang kita kerjakan.

Jangan sibuk mengurusi kesalahan orang sehingga lupa dengan kesalahan yang justru ada paling dekat dengan diri kita. Itulah kesalahan kita sendiri, itulah dosa-dosa kita sendiri.

Namun sering kita lupakan! karena sibuk mengurusi kesalahan, pertikaian, dan perselisihan diantara orang lain.
Semoga Allah jauhi kita dari sifat hasad.
Semoga Allah bersihkan hati kita dari noda noda hitam yg melekat.
Semoga Allah tumbuhkan cinta kita pada para ulama ahlussunnah yang berkhidmat karena Allah untuk ummat.

__________________________

Faidah dauroh bersama Syaikh Prof. Abdurrozzaq hafidzhohullooh – PekanbaruPekanbaru

23-5-1438 H / 20-2-2017
✍🏽 *Abu Bakar Al-Akhdhory*

Advertisements