Standar Service Perusahaan VS Tukang Kebun dipinggir Jalan.
Sebulan yg lalu sy pasang AC. Beli di  Car@%*ur, sprti biasa mereka menawarkan jasa pasang gratis.

Saya cukup kecewa dengan jasa pasang gratis perusahaan raksasa tersebut. Kerjaanya tdk rapih, tembok kamar tidur kami jadi kotor dan bekas puing-puing nya tidak dibersihkan kembali.

Biasanya jika saya tlp jasa service AC yg flayer-nya ditempel di pohon2 / tiang listrik itu malah pekerjaanya lebih rapih dan bersih.
Namun 2 minggu kemudian CS perusahaan tersebut tlp sy, menanyakan apkh sy puas dengan produk mereka, apakah AC sdh dipasang dengan benar, apkh petugas yg pasang AC sikapnya sopan dan pekerjaanya rapih? 

( detail sekali CS tersebut menanyakan kepuasan pelanggan)

Spontan sy curhat soal kekecewaan sy. CS tersebut merespon dg santun sehingga saya menjadi tenang. Dan sy ingat kalimat terakhir yg saya bilang: “mba bapaknya jangan dipecat ya.. dia baik kok hanya pekerjaanya saja kurang rapih. Mungkin perusahan mba hrs perbaiki SOP soal kebersiahan pekerjaan”
Masalah selesai, sy tdk jadi emosi dan tdk perlu posting di social media.

malah bulan ini sy berencana utk beli AC lagi di perusaah itu. penasaran pengen tahun apakah petugas lapangannya sdh lebih baik.
Selang bbrp minggu sy order tukang kebun utk bikin taman didepan rumah. Sy pakai jasa yg dipinggir jalan yg biasa jualan tanaman hias.

Yang bikin saya kaget, dua hari kemudian dia tlp dan tanya apakah tanamanya diganggu hama atau tikus? (karena sebelumnya memang ada tikus bersarang di taman depan rumah). Dia bilang bahwa dia sdh pakai Furadan, semacan serbuk yang ditaburkan keseluruh taman untuk pengusir tikus. Namun itu belum cukup, dia tetap memastikan dan minta saya segera telpon jika ada ganguan tikus. “Saya jawab taman aman pak”, terimakasih sudah perhatian.
Seminggu kemudian dia tlp saya lagi dan menanyakan apakah rumputnya sudah tumbuh hijau, dan apakah ada bunga yang mati. Masya Allah saya jadi tertegun. Bisnis pinggiran jalan saja, sudah begini hebat servicenya. Saya jadi introspeksi untuk bisnis saya. Jangan-jangan selama ini usaha saya *minim repeat order* karena tim  kami kurang care sama pelanggan.


_Tukang Kebun saja punya SOP untuk Customer Relationship Management (CRM), masa Bisnis kita tidak!_
Tangerang, February 2017

Wusda H Ribawa

Advertisements